Sabtu, 1 Oktober 2005
Hari pertama kami di Bruessel, awalnya kami merencanakan untuk dapat juga ke Luexembourg, satu negara kecil juga ditengah Eropa ini. Namun karena semalam Bilah sempat muntah di kereta, kami mengubah rencana. Pagi hari pertama di Bruessel kami sempat mengambil beberapa foto di gereja St.Catherine (baca Bruessel : die europaesche Haupstadt (1) ) setelah makan pagi sebelumnya di hotel. Tujuan kami adalah atomium, salah satu bangunan unik yang hanya ada di Bruessel ini.
Atomium
Bangunan ini sebagai simbol kota Bruessel sebagai Kota Pameran di Dunia. Bangunan berbentuk molekul ini selesai dibangun pada tahun 1958. Didalamnya terdapat cerita tentang kota dan masyarakat Bruessel (semacam museum) dan dari dalam bulatan molekul tersebut kita dapat menikmati pemandangan kota Bruessel. Sayangnya… saat kami ke sana sedang diadakan perbaikan hingga September 2006 yang akan datang. Info tentang Atomium ini bisa dilihat online di internet .
Dari hotel ke lokasi Atomium kami menggunakan kereta bawah tanah no. 1A ke stasiun Heyzel (satu halte sebelum tujuan akhir). Di dalam kereta bawah tanah banyak sekali penumpang pada hari itu. Sebagian besar orang asing, sehingga awalnya saat keluar dari halte kami hanya berjalan mengikuti banyak orang saja. Ternyata makin jauh dari halte, tanpa kami sadari makin sedikit kami mengikuti orang lain… hehe.. ternyata memang kami sempat berjalan terlalu jauh dari lokasi atomium tersebut. Hal lain yang terjadi dari ‘ketersesatan’ jalan kami, kami sempat melihat gedung parlemen bergaya modern dan gedung tempat berlansungnya EXPO di Bruessel (baca : Bruessel : die europaesche Hauptstadt (2) ).
Di sekitar Atomium ini tampak rindang. Hampir disemua arah terhampar taman-taman kota dan beberapa air mancur. Pohon-pohon rindang cukup besar dan aliran danau menambah kesejukan suasana. Foto-foto lain bisa dilihat di foto album kami.
Dari Atomium kami berjalan menuju ke Mini Europe Park yang berjarak kurang dari 500m.
Mini Europe
Mini Europe Park ini berlokasi di bawah Atomium.

Foto disamping ini menunjukan 2 ukuran bangunan yang sangat berbeda, seperti bangunan raksasa dan liliput.
Di halaman luar tampak lokasi yang didesain sedemikian rupa seperti kota kecil dengan bernuansa kuno. Walaupun demikian tampak beberapa restaurant yang menjual makanan fastfood modern seperti burger. Terdapat juga spielplatz tempat bermain yang cukup besar.
Di pintu gerbang taman yang menggambarkan berbagai miniatur negara-negara Eropa ini terdapat dua alternatif tiket masuk. Satu tiket hanya untuk ke Mini Europe dan satu tiket gabungan untuk masuk ke Mini Europe dan Waterpark. Karena kami tidak membawa peralatan untuk berenang, maka kami hanya membeli tiket untuk masuk ke Mini Europe saja. Harga tiket dan jam bukanya bisa dilihat online disini . Buku panduan bisa dipilih dari beberapa bahasa, antara lain bahasa Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, dan lainnya.
Di depan pintu masuk kami disambut orang yang memakai kostum simbol taman tersebut. Dan satu orang juru potret siap membidik kami sekeluarga, dan sekali lagi hanya untuk anak-anak. Foto tersebut akhirnya dicetak dan dijual di depan pintu keluar taman.
Memasuki taman ini pertama yang bisa kita lihat adalah miniatur bangunan pengilangan minyak lepas pantai milik salah satu perusahaan perminyakan terkenal di dunia (mungkin mereka sponsor utamanya).
Bangunan-bangunan miniatur negara-negara Eropa, mulai dari negara-negara Skandinavia, dan Eropa Timur yang baru saja bergabung dengan Uni-Eropa tampak di awal jalur taman ini. Di setiap miniatur negara dihiasi dengan berbagai ciri khas negara-negara tersebut, baik hiasan, karakter penduduknya, bangunannya, maupun musik yang bisa kita dengarkan dengan menekan tombil didepan halaman tiap negara.
Di tengah area tampak bangunan Big Ben sebagai simbol kota London. Lonceng jam ini dapat kita dengarkan pula jika kita menekan tombol didepannya.
Tak jauh dari miniatur ini tampak kerangka luar prajurit kerajaan Inggris yang berdiri tegak. Para pengunjung dapat masuk kedalamnya dan tampak wajah untuk berpose sebagai prajurit kerajaan Inggris. (Foto bisa dilihat di album foto kami).
Di belakang miniatur negara Inggris, berdiri tegak Menara Eifel, sebagai simbol dari negara Perancis. Di bawahnya terbentang sungai Siene dan tampak jalur Thalys kereta terkenal milik Perancis (sekelas ICE-nya Jerman).
Tak ketinggalan pula miniatur pedesaan di Belanda dengan Mini Kincir-nya (gambar dibawah ini sebelah kiri). Simulasi dan cara kerja kincir ini bisa dilakukan dengan cara memutar pompa air kecil, sehingga air mengalir, menyebabkan putaran kincir, dan membangkitkan listrik di rumah. Simulator yang cukup bagus untuk pelajaran ilmu pengetahuan anak-anak.
Hiburan lainnya tampak arena Matador dari Spanyol yang menampilkan pertarungan matador dengan banteng-bantengnya. (Gambar dibawah ini sebelah kanan)


Simulator
Beberapa simulator tampak disetiap miniatur negara. Di dalam buku yang kita terima di pintu gerbang tadi saat membeli tiket, kita dapat membaca penjelasannya. Bagi anak-anak (seperti Bilah) cukup asik memainkan simulator itu. Simulator Gunung Berapi contohnya, dengan menekan tombol didepan gunung tersebut sambil berdiri diatas lempengan logam di jembatan itu, kita dapat merasakan getaran seperti gunung berapi akan meletus, dilengkapi lagi dengan bunyi suara gemuruh dan keluarnya asap dari gunung tersebut.

Simulator lainnya yang ada antara lain… pembongkaran tembok Berlin saat penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur, penerbangan pesawat ulang alik ARIANE milik European Space Agency (ESA) dan lain-lain.
Selain simulator-simulator yang cukup menarik, ditaman ini dilengkapi pula dengan beberapa kerangka manusia yang menggambarkan karakter khas suatu negara Eropa , seperti Prajurit Inggris yang tadi disebutkan di atas, juga petani Anggur, dan lain-lain yang dapat dimanfaatkan para pengunjung untuk berpose.
Di akhir putaran taman, tampak restaurant besar, dimana dijual makanan Eropa. Di luar pintu restaurant tampak juga toko Souvenir yang menjual barang-barang ciri khas taman tersebut dan juga kota Bruessel. Bagi anak-anak pasti akan tertarik kotak-kotak permen yang cukup banyak didepan toko souvenir tersebut.
Di pintu keluar taman, tampak meja dengan sederet foto-foto pengunjung yang dipotret saat masuk, baik berupa foto diatas kertas, maupun foto kecil di dalam gantungan kunci sebagai souvenir pribadi.