Archive for November, 2005

Josh Groban

Saturday, November 26th, 2005

 "You Raise Me Up"


When I am down and, oh my soul, so weary;
When troubles come and my heart burdened be;
Then, I am still and wait here in the silence,
Until you come and sit awhile with me.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up… To more than I can be.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up… To more than I can be.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up… To more than I can be.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up… To more than I can be.

You raise me up… To more than I can be. 

Trademark

Saturday, November 26th, 2005

"Miss You Finally"


But I miss you finally
But I miss you finally
Try to remember all these years
We shared the love we shared the tears
Thought that forever it would be
I realize you lie to me
I still hold on
Still dream of days when we were one

[CHORUS]

You played with my heart
You played with my mind
But I miss you finally
Right from the start
My love made me blind
But I miss you finally

All of these promises you made
This 4 letter word it seems to…
Baby it’s hard to understand
Now that you’re gone
We reached the end
I still believe
Still dream of days when we were one

[Chorus 3X]

You played with my heart
You played with my mind
Right from the start
My love made me blind
 

Promosi Piala Dunia 2006

Thursday, November 24th, 2005

Bulan May 2005 lalu saya pernah menulis artikel ini  tentang Piala Dunia yang akan diselenggarakan di Jerman tahun 2006 yang akan datang. Menjelang akhir tahun 2005 ini promosi Piala Dunia makin semarak. Tidak hanya untuk orang dewasa, hingga permainan anak-anak, kaos untuk balita, ataupun acara permainan atau game di tv dan internet bernuansakan bola dan piala dunia 2006 semakin gencar disiarkan.

Barang dan souvenir bernuansakan Piala Dunia dengan "Offizielles Emblem" logo resmi dari FIFA mulai banyak dijual. Salah satunya…penawaran dari ALDI untuk minggu depan tanggal 30 November 2005. ALDI adalah salah satu supermarkt di Jerman ini yang makin ‘ngetop’ beberapa tahun terakhir ini dengan moto "Kualitas Tinggi, Harga Terendah".

Hehehe… jadi promosi ALDI gini ya… padahal bukan penggemar, bukan pembeli setia, apalagi bukan pula pemiliknya :D Murni hanya karena tertarik iklan kaos Piala Dunia-nya yang akan dijual lebih murah dibandingkan dengan kaos C & A yang kami beli buat oleh-oleh bulan Juli lalu ke Indonesia. Kualitasnya…? Kita lihat minggu depan deh…. Siapa tahu bisa buat oleh-oleh berikutnya kalau pulang ke Indonesia.

Stttt…. laku dijual juga lho di Indonesia dengan kurs rupiah plus suka-suka yang jual hihihi….

Nama

Thursday, November 17th, 2005

Kemarin siang tiba-tiba handy berbunyi, langsung ada yang marah-marah ke saya.

"Udah tahu saya sedang gak di Surabaya, kenapa nama pengirimnya pakai Mutiara Rachmat Putri? Jadi kontan aja istri saya marah-marah, telpon-telpon pas saya lagi meeting."

hikss… antara kaget, malu, dan heran, bingung dan gak tahu deh….

Ceritanya saya nitip Kuescheltiere (boneka kecil) ke Almy yang sedang cari data ke Surabaya untuk anak temen saya yang baru lahir bulan lalu. Temen saya itu GM yang pernah saya ceritakan disini tentang proyek yang akan kami lakukan, dia ada di Jakarta kalau hari kerja. Sebetulnya saat saya titip Almy, saya tulis dibelakangnya nama Mutiara, Agus, Bilah. Pengin nyebutin dari kami bertiga, supaya juga tidak menimbulkan salah paham.

Nah ternyata… (mungkin) biar Almy gampang ngatur barangnya, maka bungkusannya dibuka. Memang waktu itu saya ijinkan ya My… biar gak susah. Ingat kok kalau saya yang mengijinkan Almy buka bungkusannya dulu. Cuma… saya memang lupa pesan ke Almy agar pengirimnya ditulis lagi nama kami bertiga. Ternyata… saat Almy membungkus kembali di Surabaya, Almy menulis nama lengkap saya sendiri : Mutiara Rachmat Putri.  Nama mas Agus dan Bilah gak ditulis lagi.

Duer… kaget deh istrinya menerima bingkisan, ditujukannya ke Bapak TM, pengirimnya nama cewek, gak kenal, gak ada embel-embel ‘Ibu’, keren lagi namanya ( hihi… GR gitu :p ). Nah parahnya… saya memang belum kenal ama istri dan keluarga teman saya ini. Duh… :(

Benar-benar niatnya tulus sekedar pengin kasih kado aja buat si bayi. Bukan pengin bikin marah istri ya mas :D

Alhamdulillah siang ini dapat sms dari beliau. Persoalan beres. Wiuhhhh… saya ikutan lega deh. Sampai saat ini saya yakin Almy juga gak merasa ada apa-apa hehe… Saya juga gak memberi tahu kejadian ‘Nama’ ini. Mungkin lain waktu kita perlu memberitahu orang yang akan kita kirimi barang sebelum mengirim barang. Begitu kah? … hihi.. tapi gak enak juga kalau kita pengin bikin kejutan ya? Hmmm… asal gak justru jadi terkejut seperti pengalaman saya ini deh. Moga-moga tidak terulang lagi lain kali.

Anyway… Thanks ya Almy

Salju

Wednesday, November 16th, 2005

Hamburg, 16 November 2005

Hujan salju pertama menjelang musim dingin 2005. Sejak kemarin temperatur mulai drop hingga 2°C, yang kita rasakan bisa hingga -5°C. Siang ini jam 12.35 waktu Hamburg gumpalan bak kapas putih mulai jatuh.

Dari lantai 4 IfM tampak indah bagaikan kapas beterbangan….. Walaupun belum membentuk putih di tanah, namun digedung yang cukup tinggi seperti di IfM ini hujan salju tampak cukup banyak.

Semoga setelah salju turun ini… temperatur udara sedikit menghangat.

Willkommen in Winter

Bobbejaanland

Wednesday, November 9th, 2005

…. uraian belum ditulis. harap sabar….

homepage this park


Kincir_bobbejanlandKincir

Selencuranseluncuran

Hasna_antwerpenberchemAntwerpen-Berchem

Bruessel : Die europaesche Hauptstadt (2)

Tuesday, November 8th, 2005

Minggu, 2 Oktober 2005

Hari kedua di Bruessel, sesuai kesepakatan dengan Bilah, kami berkunjung ke Family Park Bobbejaanland di daerah Antwerpen, sekitar 2 jam dari Bruessel menggunakan kereta api (akan ditulis tersendiri). Seharian kami bermain disana. Baru menjelang jam 19 malam kami tiba kembali di Bruessel. Cerita tentang kunjungan saya tulis sendiri di artikel ini

Malam itu kami menyelusuri jalan lain untuk mencari restaurant halal. Ada satu restaurant Turkie yang cukup besar. Malam itu kami membeli kebab, dibungkus, dan dinikmati di hotel. Capek bermain… kami beristirahat.

Senin, 3 Oktober 2005

Hari terakhir di Bruessel ini akan kami isi dengan berjalan-jalan melihat seluruh kota Bruessel.

Parlemen_bruesselTaman_parlemenbruessel

Namun karena sore kami akan kembali ke Hamburg, maka kami memutuskan untuk ikut Sightseeing Bruessel. Dengan menggunakan bis atap terbuka perjalanan mengelilingi tempat-tempat penting di Bruessel memakan waktu sekitar 2 jam. Sebenarnya dengan tiket seharga 14euro/orang dewasa dan 8euro/anak dibawah 14 tahun ini berlaku selama sehari, kita dapat turun di 14 lokasi yang terdapat halte bis Sightseeing Bruessel, berjalan-jalan, kemudian naik lagi ke bis Sightseeing Bruessel yang lain. Namun karena dibeberapa tempat seperti Gedung Parlemen dan Taman di sekitar Gedung EXPO Bruessel (2 foto di atas) sudah kami kunjungi saat ’salah jalan’ ke Atomium (lihat tulisan sebelumnya ), maka kami cuma duduk diatas bis itu selama 2 jam, menikmati pemandangan dari satu tempat ke tempat lain.

Istana Kekaisaran Jepang, salah satu bangunan sumbangan dari pemerintahan Jepang terhadap kota Bruessel. Di seberang jalan yang sama, istana kekaisaran China juga tampak megah berdiri.

Istanajepang_bruessel

Beberapa daerah dengan bangunan modernnya tampak ditengah kota Bruessel, sebagai ibukota negara Uni Eropa. Gedung-gedung bertingkat dan berdinding kaca seperti di Jakarta tampak megah menjulang.

Sementara di bagian kota lainnya tampak pemandangan gedung-gedung kuno bergaya Eropa lama yang berpadu dengan bangunan lain, sumbangan dari berbagai negara lain, seperti halnya Istana Kekaisaran Jepang.

Selesai mengikuti tour Bruessel Sightseeing ini kami tiba kembali di Bruessel Central Station. Di stasiun kami tertarik membeli waffel yang langsung dimasak di tempat dan langsung dilumuri coklat cair panas atau taburan gula halus. Sepertinya ini sebagai jajanan khas di Bruessel, karena hampir di setiap sudut kota terdapat kios waffel ini. Di stasiun harganya 2,5euro untuk yang berlapis coklat dan 1,5euro untuk yang bertabur gula halus. Sementara di sudut kota lainnya kita bisa dapatkan harga yang lebih murah 1,5euro untuk berlapis coklat dan 1 euro yang bertabur gula halus. Enak… lecker deh hangat-hangat makannya.

Rathaus Bruessel

Rathaus_bruesselLukisan_dirathausbruessel

Rathaus semacam gedung pemerintahan kota Bruessel berlokasi tidak jau dari Central Station Bruessel (lihat  di tulisan sebelumnya ). Halaman terbuka terdapat ditengah gedung-gedung tinggi berwarna putih kusam khas bangunan Eropa. Di kubah beberapa bangunan menggunakan emas yang berkilau diterjang sinar matahari. Seorang pelukis wanita menggelar hasil karya lukisannya, sambil menerima juga jika ada pengunjung yang ingin dilukis saat itu. Harga coretan Rathaus Bruessel ini minimal 10 euro per lukisan untuk ukuran kanvas kecil 15×20cm, hingga ratusan euro untuk kanvas yang besar. Dengan membayar honor sekitar 35euro per orang untuk ukuran kanvas kecil, pengunjung dapat membawa pulang lukisan dirinya ke rumah.

Hijau

Sejauh mata memandang kita akan dapatkan pemandangan hijau berupa taman-taman kota.

Taman_bruesselTaman_bruessel2

Baik di daerah modern stadt (kota dengan bangunan-bangunan modern), maupun di alt stadt (bangunan bergaya Eropa kuno), kita dapat menikmati sejuknya taman yang hijau dan rindang.

Kedua foto taman di atas berada ditengah kota disamping Central Station Bruessel. Kami berada di sana sekitar pukul 12 siang tengah hari. Dengan kesejukan taman tersebut, kami melihat para pekerja menghabiskan waktu istirahat siangnya dengan memakan bekal rotinya disini, sambil minum kopi dan membaca koran. Disisi lain taman ini tampak beberapa pemuda bermain, becanda menghabiskan sisa waktu setelah kuliah (mungkin… Ini prakiraan saya sendiri :D ). Tampak juga beberapa orang memadu kasih disini. Apapun yang mereka lakukan, taman ini mempunyai kesan memberikan rasa sejuk.

Kulkas

 

Kulkas_bruessel

Pasti heran kenapa tiba-tiba ada kulkas? Itulah yang membuat kami terheran-heran. Di depan Central Station Bruessel ini terdapat lapangan yang cukup luas. Di tengahnya… terdapat tumpukan kulkas bekas yang mungkin sudah tidak dapat digunakan lagi. Rongsokan kulkas ini diatur rapi tepat ditengah lapangan terbuka ini, ada yang berukuran kecil hingga kulkas paling besar. Beberapa bekas tulisan ataupun magnet kulkas masih menempel disitu. Ada yang bersih, ada yang sudah sangat kotor. Ada juga tulisan zu verschenken (untuk diberikan) di beberapa barang. Beberapa orang pun asyik melihat-lihat barang-barang itu.

Kami kurang tahu apakah memang sebagai tempat pembuangan, yang nantinya diambil oleh dinas kebersihan kota atau bagaimana? Heran… kenapa ditengah kota ya? Setiap orang yang keluar dari stasiun pasti akan melihat tumpukan ini.

Pukul 15 kami segera menuju stasiun Bruessel Midi. Stasiun ini jauh lebih besar dan modern dibandingkan dengan Central Station. Kios, toko, restaurant, serta supermarkt ada dibawah jalur kereta yang cukup banyak jumlahnya. Mulai dari peralatan kantor, makanan, minuman, hingga pakaian dijual di pertokoan ini.

Di stasiun ini banyak dilalui kereta-kereta antar negara Eropa. Thalys, kereta milik Perancis misalnya, bertujuan ke berbagai negara lainnya hampir tiap 30 menit sekali masuk dan berhenti di stasiun ini. ICE dari dan ke Jerman setiap jam sekali melalui stasiun Bruessel Midi ini.

Demikan perjalanan kami dalam rangka Herbstferien (Liburan Musim Gugur) selama 3 hari di Bruessel. Dengan menggunakan ICE/EC, jam 23 kami tiba di Hamburg.

Mini Europe, Bruessel

Monday, November 7th, 2005

Sabtu, 1 Oktober 2005

Hari pertama kami di Bruessel, awalnya kami merencanakan untuk dapat juga ke Luexembourg, satu negara kecil juga ditengah Eropa ini. Namun karena semalam Bilah sempat muntah di kereta, kami mengubah rencana. Pagi hari pertama di Bruessel kami sempat mengambil beberapa foto di gereja St.Catherine (baca Bruessel : die europaesche Haupstadt (1) ) setelah makan pagi sebelumnya di hotel. Tujuan kami adalah atomium, salah satu bangunan unik yang hanya ada di Bruessel ini.

Atomium_1Atomium

Bangunan ini sebagai simbol kota Bruessel sebagai Kota Pameran di Dunia. Bangunan berbentuk molekul ini selesai dibangun pada tahun 1958. Didalamnya terdapat cerita tentang kota dan masyarakat Bruessel (semacam museum) dan dari dalam bulatan molekul tersebut kita dapat menikmati pemandangan kota Bruessel. Sayangnya… saat kami ke sana sedang diadakan perbaikan hingga September 2006 yang akan datang. Info tentang Atomium ini bisa dilihat online di internet .

Dari hotel ke lokasi Atomium kami menggunakan kereta bawah tanah no. 1A ke stasiun Heyzel (satu halte sebelum tujuan akhir). Di dalam kereta bawah tanah banyak sekali penumpang pada hari itu. Sebagian besar orang asing, sehingga awalnya saat keluar dari halte kami hanya berjalan mengikuti banyak orang saja. Ternyata makin jauh dari halte, tanpa kami sadari makin sedikit kami mengikuti orang lain… hehe.. ternyata memang kami sempat berjalan terlalu jauh dari lokasi atomium tersebut. Hal lain yang terjadi dari ‘ketersesatan’ jalan kami, kami sempat melihat gedung parlemen bergaya modern dan gedung tempat berlansungnya EXPO di Bruessel (baca : Bruessel : die europaesche Hauptstadt (2) ).

Di sekitar Atomium ini tampak rindang. Hampir disemua arah terhampar taman-taman kota dan beberapa air mancur. Pohon-pohon rindang cukup besar dan aliran danau menambah kesejukan suasana. Foto-foto lain bisa dilihat di foto album kami.

Dari Atomium kami berjalan menuju ke Mini Europe Park yang berjarak kurang dari 500m.


Mini Europe

Mini Europe Park ini berlokasi di bawah Atomium.

Atomium_minieurope

Foto disamping ini menunjukan 2 ukuran bangunan yang sangat berbeda, seperti bangunan raksasa dan liliput.

Di halaman luar tampak lokasi yang didesain sedemikian rupa seperti kota kecil dengan bernuansa kuno.  Walaupun demikian tampak beberapa restaurant yang menjual makanan fastfood modern seperti burger. Terdapat juga spielplatz tempat bermain yang cukup besar.

Di pintu gerbang taman yang menggambarkan berbagai miniatur negara-negara Eropa ini terdapat dua alternatif tiket masuk. Satu tiket hanya untuk ke Mini Europe dan satu tiket gabungan untuk masuk ke Mini Europe dan Waterpark. Karena kami tidak membawa peralatan untuk berenang, maka kami hanya membeli tiket untuk masuk ke Mini Europe saja. Harga tiket dan jam bukanya bisa dilihat online disini . Buku panduan bisa dipilih dari beberapa bahasa, antara lain bahasa Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, dan lainnya.

Di depan pintu masuk kami disambut orang yang memakai kostum simbol taman tersebut. Dan satu orang juru potret siap membidik kami sekeluarga, dan sekali lagi hanya untuk anak-anak. Foto tersebut akhirnya dicetak dan dijual di depan pintu keluar taman.

Memasuki taman ini pertama yang bisa kita lihat adalah miniatur bangunan pengilangan minyak lepas pantai milik salah satu perusahaan perminyakan terkenal di dunia (mungkin mereka sponsor utamanya).

Bangunan-bangunan miniatur negara-negara Eropa, mulai dari negara-negara Skandinavia, dan Eropa Timur yang baru saja bergabung dengan Uni-Eropa tampak di awal jalur taman ini. Di setiap miniatur negara dihiasi dengan berbagai ciri khas negara-negara tersebut, baik hiasan, karakter penduduknya, bangunannya, maupun musik yang bisa kita dengarkan dengan menekan tombil didepan halaman tiap negara.

BigbenDi tengah area tampak bangunan Big Ben sebagai simbol kota London. Lonceng jam ini dapat kita dengarkan pula jika kita menekan tombol didepannya.

Tak jauh dari miniatur ini tampak kerangka luar prajurit kerajaan  Inggris yang berdiri tegak. Para pengunjung dapat masuk kedalamnya dan tampak wajah untuk berpose sebagai prajurit kerajaan Inggris. (Foto bisa dilihat di album foto kami).

Di belakang miniatur negara Inggris, berdiri tegak Menara Eifel, sebagai simbol dari negara Perancis. Di bawahnya terbentang sungai Siene dan tampak jalur Thalys kereta terkenal milik Perancis (sekelas ICE-nya Jerman).

Tak ketinggalan pula miniatur pedesaan di Belanda dengan Mini Kincir-nya (gambar dibawah ini sebelah kiri). Simulasi dan cara kerja kincir ini bisa dilakukan dengan cara memutar pompa air kecil, sehingga air mengalir, menyebabkan putaran kincir, dan membangkitkan listrik di rumah. Simulator yang cukup bagus untuk pelajaran ilmu pengetahuan anak-anak.

Hiburan lainnya tampak arena Matador dari Spanyol yang menampilkan pertarungan matador dengan banteng-bantengnya. (Gambar dibawah ini sebelah kanan)

Mini_kincir_1Matador








Simulator

Beberapa simulator tampak disetiap miniatur negara. Di dalam buku yang kita terima di pintu gerbang tadi saat membeli tiket, kita dapat membaca penjelasannya. Bagi anak-anak (seperti Bilah) cukup asik memainkan simulator itu. Simulator Gunung Berapi contohnya, dengan menekan tombol didepan gunung tersebut sambil berdiri diatas lempengan logam di jembatan itu, kita dapat merasakan getaran seperti gunung berapi akan meletus, dilengkapi lagi dengan bunyi suara gemuruh dan keluarnya asap dari gunung tersebut.

Mini_gunungapi

Simulator lainnya yang ada antara lain… pembongkaran tembok Berlin saat penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur, penerbangan pesawat ulang alik ARIANE milik European Space Agency (ESA) dan lain-lain.

Selain simulator-simulator yang cukup menarik, ditaman ini dilengkapi pula dengan beberapa kerangka manusia yang menggambarkan karakter khas suatu negara Eropa , seperti Prajurit Inggris yang tadi disebutkan di atas, juga petani Anggur, dan lain-lain yang dapat dimanfaatkan para pengunjung untuk berpose.

Di akhir putaran taman, tampak restaurant besar, dimana dijual makanan Eropa. Di luar pintu restaurant tampak juga toko Souvenir yang menjual barang-barang ciri khas taman tersebut dan juga kota Bruessel. Bagi anak-anak pasti akan tertarik kotak-kotak permen yang cukup banyak didepan toko souvenir tersebut.

Di pintu keluar taman, tampak meja dengan sederet foto-foto pengunjung yang dipotret saat masuk, baik berupa foto diatas kertas, maupun foto kecil di dalam gantungan kunci sebagai souvenir pribadi.

 

Bruessel : Die europaesche Haupstadt (1)

Monday, November 7th, 2005

Cerita tentang perjalanan ke Bruessel sempat tertunda karena komputer tiba-tiba ngambek sekembalinya kami dari Bruessel awal Oktober lalu. Malam Minggu kemarin ‘diingatkan’ mbak Ari  kalau perjalanan ini belum ditulis. Baru hari ini bisa mulai di tulis, mungkin cukup panjang menjadi beberapa tulisan. Insya Allah saya berikan info detailnya,  bukan mau menunjukkan harga euro-nya ya (soalnya kami juga cari yang paling murah :p ), cuma siapa tahu ada yang berminat jalan-jalan nih…

Persiapan

Hal-hal yang saya persiapkan setiap akan melakukan perjalanan adalah mencari tempat tujuan yang kami bisa nikmati bertiga. Bilah sudah besar sekarang, jadi harus ada kesepakatan dulu bertiga. Kesepakatan soal dana ama boss rumah tangga hehe… dan kesepakatan tempat tujuan. Bilah inginnya ada tempat bermain… bermain.. dan bermain… hehehe…

Dari kesepakatan itu, saya mulai cari info tentang kota Bruessel. Pertama saya cari angebot (penawaran menarik) dari berbagai Reisebuero online. Membandingkan juga waktu dan transportasi (pesawat atau kereta api) yang akan kami gunakan. Masih terlalu mahal. Akhirnya saya dapatkan harga hotel cukup murah via Der Tour online di internet. Harga satu kamar Hotel Ibis St. Catherine (***) untuk tiga orang termasuk makan pagi selama tiga malam sebesar 168euro.

Untuk transportasi kami pilih ICE Hamburg-Bruessel. Sebenarnya tiket pesawat juga ada yang relatif murah, namun anak tetap dihitung satu orang, sedangkan kalau menggunakan kereta kami dapat menghemat lagi karena anak-anak (dibawah 15 tahun) gratis ikut orang tuanya asal dicantumkan didalam tiketnya. Sayangnya kami tidak mendapatkan tiket murah lagi (sekitar 110euro pp untuk kami bertiga menggunakan bahncard/kartu discount kereta api), walaupun sejak akhir Agustus (2 bulan sebelumnya) sudah akan kami pesan. Mungkin karena awal liburan musim gugur.  Akhirnya kami harus membeli tiket dengan harga normal sebesar 252euro pp untuk kami bertiga.

BruesselcentralHari Kamis, 30 Oktober 2005, kami berangkat dari Hamburg menggunakan EC yang berangkat pukul 14.46 menuju Koeln. Waktu kami pilih agak sore, karena hari itu Bilah masih sekolah dan juga hari Jumat mas Agus juga masih harus sholat Jumat. Dari Koeln kami pindah kereta menggunakan ICE ke Bruessel-North dan kemudian menggunakan kereta RE ke Bruessel Central.

Walaupun Bruessel Central ada ditengah kota Bruessel, namun stasiun ini bukan stasiun yang dilalui kereta api antar negara-negara Eropa. Di Bruessel terdapat tiga stasiun (Bruessel North, Bruessel Central, dan Bruessel Sued/Bruessel Midi), dan yang menjadi stasiun penghubung negara-negara Eropa lainnya adalah Bruessel Midi. Stasiun Bruessel Midi ini jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan dengan Bruessel Central.

Sekitar jam 22.00 kami sampai di Bruessel Central. Sudah gelap suasana jam 10 malam diawal musim gugur itu, ditambah cuaca cukup dingin, juga hujan gerimis saat itu. Alhamdulillah kami menikmati perjalanan, walaupun Bilah sempat muntah di kereta saat baru pindah dari EC ke ICE, ntah karena apa.

Dari Bruessel Central kami masih harus menggunakan U Bahn (kereta bawah tanah) 2 halte menuju Hotel Ibis St. Catherine. Seperti tiket HVV di Hamburg, tiket sekali jalan seharga 1,5euro/orang. Bedanya… kalau di Hamburg anak-anak sebesar Bilah (dibawah usia 12 tahun) ada tiket anak atau ikut orang tuanya, di Bruessel dia sudah dihitung satu orang dewasa penuh. Jadi kami harus membeli 3 tiket untuk sekali jalan menuju hotel.

Suasana sudah cukup gelap. Alhamdulillah kami dapat dengan mudah menemukan hotel Ibis di belakang gereja St. Chaterine. Kami langsung check in dan beristirahat di hotel malam itu.

St_chatarineFoto di samping ini adalah Gereja St. Chaterine. Baru keesokan paginya, 1 Oktober 2005 kami dapat memotretnya dan melihat suasana disekitar hotel.

Hari pertama ini kami berniat mengunjungi Atomium dan Mini Europa. Cerita kunjungan ini saya tulis tersendiri. Kami membeli tiket harian untuk semua transportasi yang ada di Bruessel, seharga 3,80euro/orang. Hingga jam 4 sore hari kami menghabiskan waktu di Atomium dan Mini Europa ini.

Kami kembali ke hotel jam 5 sore, dan keluar lagi pukul 6 sore. Tujuannya… melihat-liat sekitar hotel dan mencari makan malam. Letak Hotel Ibis ini cukup tersembunyi posisinya, namun suasana cukup ramai dapat kita jumpai tidak jauh dari hotel.

China Town

Di sekitar bagian kota tua Bruessel ini terdapat China Town. Sepanjang jalan terdapat begitu banyak restaurant, toko bahan makanan, serta supermarkt Asia. Ada juga beberapa toko mainan produksi Jepang, mulai dari DVD film, Nitendo, hingga boneka-boneka dengan karakter khas film cartoon Jepang seperti Doraemon dan lainnya. Menarik… Jangankan untuk Bilah… saya juga tertarik kok. Miniatur Hello Kitty kecil misalnya berharga 10euro sebanyak 15 karakter dan berpakaian khas negara-negara Eropa. Bagus untuk dikoleksi :)

Wah.. ternyata mencari makanan halal cukup sulit di daerah ini. Kami hanya menemukan satu restaurant Kebab Turkie dengan label halal. Akhirnya kami makan di restaurant kecil itu. Cukup nikmat dengan harga yang hampir sama dengan di Hamburg. Satu menu makanan cukup banyak untuk kami berdua, Bilah memilih chicken burger ala Turkie. Setelah selesai makan kami lanjutkan berjalan-jalan. Di bagian lain baru kami dapatkan restaurant Kebab dengan label halalnya.

Foto-foto berikut salah satu sisi dari China Town in Bruessel. Foto paling kanan adalah salah satu supermarkt di daerah tersebut yang memiliki logo yang sama dengan Super Indo di Bandung.  (bersambung….)

Chinatown1Chinatown2Chinatown3

Yousee

Sunday, November 6th, 2005

1 September yang lalu tiba-tiba ditodong Peter Damm untuk jadi Foto Model Dadakan . Di link artikel blog itu ditulis Unicum majalahnya mahasiswa univeristas Hamburg. Ternyata saya salah…. ini sekalian ralat. Artikel itu masuk ke Yousee majalahnya Universitas Hamburg.

YouseeDi kolom Forschung majalah Yousee ke-4 yang terbit tahun 2005 ini mengulas Tsunami-Alarm. Wie können Tsunami rechtzeitig erkannt werden? - Was die interdisziplinäre Erforschung von Georisiken am Zentrum für Marine und Atmosphärische Wissenschaften (ZMAW) leistet.

Tsunami_alarm1_1Tsunami_alarm2

Artikel sepanjang 2 halaman ini menceritakan tentang keterlibatan penelitian tsunami  yang dilakukan di pusat penelitian laut dan atmosfer ZMAW di Universitas Hamburg yang meliputi iterdisiplin ilmu bidang Oseanografi, Geofisika, Biologi dan Meteorologi. Hal-hal yang dilakukan antara lain analsis seismologi, pemodelan numerik perairan laut dalam, serta analisis data satelit yang selanjutnya untuk menilai pengaruh Sosial ekonomi akibat tsunami tersebut.

Walaupun di artikel ini masih tampak sangat umum mengenai tsunami, namun sedikit telah menunjukkan ketertarikan pihak Jerman terhadap masalah tsunami yang telah memakan banyak korban (Tsunami Aceh, 26 Desember 2004 lalu).

PeterputriFoto pertama bersama Peter Damm