Winterferien
Liburan musim dingin untuk daerah Hamburg tahun ini dimulai tanggal 23 Desember lalu. Setiap liburan… berarti jalan-jalan.. hehe maunya, tapi lihat juga situasi kondisi kami. Liburan kali ini kami rencanakan ke Goettingen untuk memenuhi undangan Yanti-Teguh-Yumna setelah beberapa kali batal karena kami melakukan perjalanan ke luar Jerman. Yumna, putri mereka, 2 tahun lebih muda dari Bilah, dulu mereka sering bermain bersama saat mereka tinggal di Hamburg (2001-2003). Kebetulan juga tetangga mereka ada keluarga Dadan (teman sejurusan waktu kuliah S1 di Bandung dulu). Jadi ‘reuni’-an ceritanya….
Tanggal 25 Desember, kami berangkat pukul 7.54 dari Hamburg naik kereta Metronom (sekelas kereta ekonominya Jerman), tapi walaupun kelas ekonomi, kereta dua tingkat ini sangat bagus kondisinya. 
Lihat saja fasilitas tempat duduk yang bagus, juga perpaduan warnanya. Perbedaan dengan kereta ICE selain kecepatan, juga kereta ini sering berhenti dibeberapa stasiun kecil. Waktu perjalanan dari Hamburg ke Goettingen memakan waktu sekitar 3 jam 56 menit dengan Metronom ini.
Bilah sempat ngambek karena mungkin bosan. Lihat foto disamping… cemberut
Hari itu kami reuni-an. Setelah makan siang dirumah Teguh-Yanti, malam kami diundang ke rumah keluarga Dadan-Hani yang memiliki anak kembar (2 cowok). Menu makan siang pecel dengan jamur goreng tepung yang lezat sudah membuat kami kenyang, ditambah menu makan malam sup kaki sapi campur bakso yang dibikin sendiri hmm… sedap disantap saat musim dingin. Benar-benar mengenyangkan. Ngobrol sana sini, cerita, anak-anak bermain dengan ribut…. benar-benar jadi ramai. Untungnya tetangga gak ada yang marah, walaupun sempat diketuk tetangga… (sempat kaget, kirain ada yang marah), ternyata justru memberi hadiah coklat untuk anak-anak.
Hari kedua…. Bilah ingin main eis skatting, karena saya sempat baca spanduk ‘Eiszeit’ didepan stasiun Goettingen saat baru datang kemarin. Bersama keluarga Teguh kami berangkat naik bis. 
Kota Goettingen tidak sebesar Hamburg, jadwal bis no 8 di depan Klinikum yang akan kami tumpangi hanya ada setiap 30menit sekali. Baru 3 menit bis sebelumnya telah berlalu. Akhirnya kami harus menunggu 27 menit di halte bis tersebut. Bersamaan dengan turunnya salju yang awalnya sedikit…. lama kelamaan makin lebat. Bahkan si Bilah sempat bermain menangkap salju-salju bak kapas yang turun dari langit, trus dijilat… menikmati es putih hehe…

Lokasi eis skatting yang kami tuju adalah Lokhalle dibelakang stasiun Goettingen. Dengan membayar 3euro untuk anak dan 4 euro untuk dewasa (+3,5euro untuk meminjam sepatunya). Teguh berminat juga…. hehe… Ini foto persiapannya, film mereka main eis skatting masih diedit, tentunya ‘acara jatuh’ jadi sajian utama hehe..
Setelah mereka bermain sekitar 2 jam, di luar cuaca berubah menjadi putih karena pantulan salju. Acara bermain di jalan… saling melempar salju. 
Foto disamping kanan ini sedikit kabur, karena kecepatan mereka bergerak hehe… Suasana senja juga menjadi dingin dan putih, namun segar.
Hari ketiga… sejak pagi salju putih memenuhi halaman rumah mereka. Tentu saja kesempatan ini dimanfaatkan anak-anak untuk bermain. Berempat mereka bermain sambil berteriak dan tertawa-tawa, membuat anak-anak tetangga pun tergelitik untuk turut bermain. Tak terasa … sejak selesai sarapan hingga saat makan siang hmmm… tahan juga mereka bermain dalam dingin.
Malamnya kami berdua pulang kembali ke Hamburg. Sampai hari ini Bilah masih tinggal di Goettingen, menikmati seluncuran salju di sana. Met berlibur sayang….
—- Terimakasih buat keluarga Teguh-Yanti dan Dadan-Hani —–