Archive for March, 2006

Aku Bukan Untukmu - Rossa

Tuesday, March 21st, 2006

Lagu Aku bukan untukmu ini sebenernya gak berarti apa-apa buat kami. Ini hasil uji coba mas Agus ‘curi rekam’ dari video ataupun audio yang ada di internet, yang tidak dapat didownload. Sekedar menguji kemampuan software menyimpan langsung dari internet saat terputar lagunya dan menjadikannya file MP3 ataupun WAV.

Minggu lalu saat buka profile Dea ada testi dari salah satu temannya yang memberikan video lagu ini. Saya minta mas Agus mencoba mengambil lagunya menjadi file MP3. Ternyata memang bisa :D Hebat juga orang menemukan software-software. Setelah diubah menjadi file WAV, saya dapat memasangnya di my profile .

Hmmm.. jadi gampang deh dapat MP3 sekalipun tidak memiliki file lagunya. Sttt… Bisa jadi ntar buka profile semua orang yang memasang video lagu nih, disave semua lagunya hehe… 

Eh tapi ini buat koleksi sendiri/pribadi, bukan mau dagang lagu :p

SMS dari Jombang

Wednesday, March 15th, 2006

Tadi sore saat menunggu Bilah pulang ke rumah, tiba-tiba ada sms dari nomor yang tidak ada dalam list handy. Eh… ternyata dari teman SMA di Jombang. Namanya Endah. Gak tahan sms-an, akhirnya saya telpon dia. Kangen sih.

Kami berteman sejak kelas 1 SMP di Jombang. Kelas 1 dan 2 SMP kami sekelas dan selalu sebangku. Kelas 3 SMP kami pisah kelas dan sekelas kembali di kelas 1 SMA. Selama kami sekelas, kami selalu sebangku. Banyak hal yang sering kami obrolin dulu (sampai tahu ‘kecengan’ masing-masing hehe.. masih ABG sih :D ), juga menginap dirumah, juga kenal dekat dengan keluarga masing-masing.

Dulu saat sekolah, Endah tuh centil banget hehe.. suaranya juga centil dan manja, dan kurus deh… Layaknya anak-anak SMP/SMA sekarang. Nah kalau saya sih sejak kecil emang sudah gendut (hehehe…).  Eh tadi waktu saya telpon… suaranya sudah berubah jadi sedikit berat :D . Udah gak centil lagi hihi… trus kata dia .. dia juga sekarang super gendut… hahaha.. Kami jadi ketawa-ketawa. Seneng banget deh sore tadi telpon dia.

Saling tukar cerita… sayangnya waktu terbatas. Alhamdulillah silahturahmi tersambung kembali setelah ‘terputus waktu’ ya.

Makasih buat Yudha yang sudah menghubungkan kami kembali.

Dari balik Jendela

Monday, March 13th, 2006

Bungadrbalikjendela

Bunga kecil merah di jendela rumah kami sedang mekar. Dibalik jendela kaca tampak tanaman didepan rumah kami tertutup salju.

(Veddel, 10 Maret 2006)

Ketemu ama Dea

Monday, March 13th, 2006

Cerita-cerita tentang cuti 2 hari kemarin dan kegiatan akhir pekan kemarin ditulis menyusul aja.

Pagi ini jam 10.30 dapat telpon dari Dea. Sabtu kemarin Dea sempat kirim sms kalau Senin akan ke Hamburg. Cuma karena sampai jam 10 belum telpon juga, saya pikir tidak jadi ketemu. Eh… ternyata beneran Dea telpon.

Saya belum pernah ketemu teman yang kenal cuma lewat FS, tapi karena sudah pengalaman ketemu teman-teman chatting yang baru kenal via chat doang :D, jadi ya… gak merasa canggung juga. Baru tadi pagi kenal dan langsung ketemuan ama Dea dan suaminya. Sempat ngopi di Karstadt, jalan-jalan bentar disekitar Rathaus dan Alster. Maaf banget gak bisa nemanin lama, karena sudah jam 13.30 saya belum ke Institut, jadi terpaksa ditinggal ya tadi. Insya Allah silahturahmi tetap kita lanjutkan via media internet dan telpon ya Dea. Kalau ke Hamburg jangan bosen ketemu lagi, ntar kalau kami ke NRW, kami usahakan mampir juga.

Thanks ya… Bilah sempat dikasih kaos cantik warna pink dengan untaian manik-manik gambar kupu-kupu. ‘Wow… Cool bu’, kata si Bilah, dia suka ama oleh-olehnya tadi.

Danke Tante Dea…. :)

Wuschel

Sunday, March 5th, 2006

HamsterFoto disamping ini adalah si Wuschel sedang minum. Dari pipa kecil yang tersambung ke botol, dia bisa menyedot sendiri air minumnya. Sehari bisa sampai setengah botol atau sekitar 50ml air yang diminumnya.

Rumah merah dengan atap putih terbuat dari keramik dengan hiasan cerobong asap di samping kiri itu adalah pemberian dari tempat penitipan Bilah. Sebenarnya berfungsi sebagai hiasan yang bisa dijadikan tempat lilin kecil, pemanis ruangan. Namun waktu diletakan dikandangnya, si Wuschel menjadikannya rumah tempat tidurnya. Cerobong asap dan pintunya ditutup rapat dengan serbuk kayu jika ruangan tamu kami dingin.

Roda berwarna orange disamping kanan itu biasa digunakannya kalau Wuschel bangun dan beraktifitas pada malam hari. Sekitar jam 11 malam biasanya dia mulai bangun tidur, menuju ke tempat minum, dan mulai bermain. Menjelang pagi sebelum tidur dia menuju piring tempat makannya dan mengisi seluruh rongga mulutnya dengan makanan tersebut, kemudian masuk ke rumah kecil, mengunyah makanan yang tersimpan didalam rongga mulut, kemudian… zzzzzz tidur kembali hingga menjelang malam nanti.

Semalam sempat direkam segala gerak geriknya… Video filmnya ditayangkan menyusul. (hehe.. kayak bintang film aja).